Sunday, August 23, 2015

Review: Lippy Scrub in Creme Brulee [SPONSORED]

Hello everyone ~
Hari ini aku akan mereview sebuah produk yang lagi hits banget belakangan di Instagram, yaitu lip scrub! Sejujurnya aku sih nggak tertarik untuk beli lip scrub karena well, bisa dibuat sendiri kan versi DIY-nya. Tinggal nambahin gula pasir aja ke resep ini, and ta-daaa sudah jadi deh lip scrubnya. Namun saat ditawari Amethyst ID untuk mencoba lip scrub buatan mereka, aku pun jadi penasaran. Kira-kira apa sih bedanya dengan lip scrub DIY yang biasa kita buat sendiri?

Sebelumnya yuk kita berkenalan dulu dengan Amethyst. Amethyst adalah sebuah merk lokal yang menjual berbagai macam produk homemade yang 100% menggunakan bahan natural. Menarik kan! Nah, salah satu best seller dari Amethyst ini ialah lip scrub. Meski bukanlah pelopor homemade natural lip scrub di Indonesia, namun banyak yang sudah jatuh cinta dengan Lippy Scrub buatan mereka ini.


Product Info
Lippy Scrub in Crème Brulee
Brand: Amethyst
Netto Weight/Content: 15 gram
Origin: Indonesia
Where to buy: @amethyst.id (Instagram)
Price: IDR 40,000

Ingredients

Lippy Scrub ini memiliki packaging jar kecil yang terbuat dari plastik. Di bagian tutup jar ada tercantum nama dan jenis rasa lip scrub didalamnya. Kali ini aku berkesempatan untuk mencoba rasa Crème Brulee. Sayangnya, tutup jar ini tidak bisa menutup rapat semenjak awal dibuka. Tutupnya longgar, jadi kurang praktis untuk dibawa berpergian. Huhu, aku harap hanya punyaku saja yang begini.


Saat pertama membuka produk, langsung tercium aroma caramel yang manis. Burnt sugar gitu, deh. Enak banget! Wanginya nggak terlalu kencang, nggak norak maupun berlebihan. Nggak tercium seperti bau sintetik juga, karena aroma ini berasal dari hasil infusi biji vanilla organik di bahan EVOO.


Seperti yang terlihat di foto, jar ini amat penuh berisi produk. Untuk pemakaian sih aku langsung colek dengan jari, nggak pakai spatula karena tekstur lip scrub yang padat sehingga dengan panas tubuh kita produk ini akan menjadi sedikit lebih lunak teksturnya dan mudah dioleskan di bibir.


Tekstur dari Lippy Scrub ini tidak terlalu halus, tidak terlalu kasar juga. Butiran gula yang digunakan pas, tidak terlalu besar maupun kecil. Untuk bahan eksfoliasi selain gula, pada produk ini juga digunakan walnut shell powder. Berdasar pengamatanku sih, proposi dari walnut shell powder ini lebih besar dari gula sehingga lip scrub ini tidak harsh. Eits, jangan salah lho. Walnut shell powder ini dapat mengeksfoliasi dengan baik meski hanya terlihat seperti bintik bintik kecil hitam saja!


Amethyst tidak mencantumkan bagaimana cara penggunaan produk yang semestinya karena memang tidak ada aturan baku mengenai cara eksfoliasi bibir. Setelah mencoba dengan metode (ceileh, bahasa elu Lin!) berbeda, aku menemukan cara pemakaian terbaik menurut versi aku:
  1. Ambil produk secukupnya.
  2. Oleskan secara rata di bibir menggunakan jari.
  3. Diamkan 7-10 menit hingga produk terasa lumer di bibir.
  4. Pijat bibir dengan lembut, dengan metode melingkar.
  5. Ambil tisu kering atau waslap basah, bersihkan sisa lip scrub.
  6. Aplikasikan lip balm kesukaan! (you may skip this, karena sesungguhnya sudah terasa lebih lembab sih setelah scrub karena produk ini sudah mengandung madu dan bahan lain yang berfungsi menjaga kelembaban bibir)


Oke, kenapa kok aku menyarankan untuk didiamkan dulu produknya di bibir sebelum kita mulai eksfoliasi? Alasannya yang pertama ialah tekstur dari Lippy Scrub ini yang agak padat. Baiknya kita diamkan dulu agar produk bereaksi dengan panas tubuh dan menjadi agak lumer, agar bibir tidak luka saat eksfoliasi. Ini optional sih, namun aku merasa bibir yang lembut unyu kasihan juga kalau digosok dengan krim berbutir padat gitu.

Yang kedua, yuk kita intip ke komposisi dari produk. Sayang dong, produk ini sudah dibuat dari 100% bahan natural yang aman dan pastinya baik untuk bibir lho. Masa kita aplikasikan dan pakai hanya sekitar 1 menit saja, mana terasa efeknya? Hanya mengeksfoliasi kulit permukaan bibir dong, sedangkan lapisan kulit yang lebih dalam tidak ternutrisi dengan bahan-bahan baik yang terkandung di produk. Rugi dong, maka dari itu baiknya didiamkan dulu agar bahan baik lainnya terserap.



Perbedaan setelah eksfoliasi dengan sebelum memang tidak terlalu terlihat pada foto, namun bibirku terasa lebih lembut dan lembab setelah eksfoliasi. Karena warna asal bibirku agak pucat, setelah eksfoliasi warnanya agak memerah (karena digosok sih ya…) namun ya tidak bisa menjadi rosy ataupun menjadi lebih merah, lha wong aslinya sudah pucat kurang berpigmen gitu. Paling maksimal sih, dengan pemakaian rutin seminggu 2x, bibirku tampak lebih sehat dan jarang terasa kering lagi.

Score

Last Words?
Aku suka banget dengan Lippy Scrub dari Amethyst ini. Teksturnya dan aroma yang amat yummy membuat eksfoliasi bibir menjadi menyenangkan. Setelah eksfoliasi dapat langsung terasa, bibirku nampak lebih sehat dan lembut serta tidak kering. Sayang tutup dari kemasan jar produk ini agak longgar, namun overall aku suka dengan produk ini. Kurang jelas juga produk ini dapat bertahan berapa lama sebelum kadaluarsa karena tidak dicantumkan tanggal kadaluarsa maupun instruksi maksimal penyimpanan produk sejak pertama dibuka, namun dengan pemakaian rutin seminggu 2x produk ini dapat habis dalam waktu sekitar 3-4 bulanan.

***

Kalau kalian penasaran dan ingin mencoba juga produk ini, yuk langsung aja melipir ke lapak Amethyst di sini!

Instagram: @amethyst.id
Facebook: Amethyst

Cuma 40,000 saja lho. Murah banget kan? Produk ini sih sekarang menjadi salah satu favorit aku :D dan sukses membuatku malas membuat DIY lip scrub lagi karena produk ini lebih instan dan pengaplikasiannya lebih mudah. Hihi.


Happy Sunday peeps ♥ xo

No comments:

Post a Comment