Tuesday, June 16, 2015

Tuesday Tips #2: Tips Belanja Online Kosmetik Asli dan Aman!

Today is Tuesday, haven’t you craved for your #TuesdayTips yet? ;)
#TuesdayTips hari ini bakal aku tulis khusus dalam Bahasa karena aku baru saja mengalami pengalaman yang amat sangat tidak menyenangkan dengan sebuah online shop. Untuk itu hari ini aku akan sharing beberapa tips untuk kalian semua.

Di zaman serba modern kayak sekarang ini, semua serba cepat dan mudah. Belanja online pun jadi salah satu rutinitas kali ya, bagi netizen kayak aku dan kalian yang lagi baca artikel ini. Belanja di toko emang asik, tapi nggak bisa dipungkirin kalo ratusan katalog produk baru dari berbagai merk dan hiasan warna-warni serta teknik fotografi yang menarik lebih memikat daripada in-store items, ya nggak?
Buat yang sering belanja online mah, pasti udah tau kiat-kiat menghindari seller yang tidak terpercaya/nakal/penipu. Gampang banget buat kalian yang belum tahu apa aja sih kriteria seller jujur dan terpercaya, google aja dan kalian akan menemukan 1001 ciri-ciri seperti yang ini, nih…

But here’s one thing aku mau coba bahas hari ini: is the seller trusted?. Trusted seller didalam dunia jual-beli online, sejauh ini dipahami orang-orang hanyalah sebagai dan sejauh:

customer order + transfer + barang dikirim + diterima = seller terpercaya.

Tapi the question is, apakah seller itu jujur?
Jujur mengenai barang yang dijualnya? Karena kejujuran adalah sebuah nilai, etika yang belum tentu dimiliki oleh semua orang di dunia bisnis.


Nih, satu contoh kasus gampang. Parfum.
A: sis, ini parfumnya ori nggak ya? Kok murah banget harganya?B: ORI sis. ORI SINGAPORE.

Pertanyaan yang harus dijawab dalam hati masing-masing aja deh:
  • Apakah B sebagai seller diatas jujur?
  • Apakah A salah jika mengira kalau jualan B ini ORI? 

Oh tentu, si B jujur dong. Dia memang mengaku kalau jualannya ORI, tapi kan ORI Singapore….which is bukan ASLI alias authentic product. Kan kita tahu sendiri, nggak ada parfum yang Ori Singapore. Semua made in France/US.
Tapi…
Jangan terburu menghakimi A dengan berbagai tuduhan mulai dari kudet sampai nggak bisa pake Google karena kamu membela B. Truth is, internet has no boundaries. Mulai dari anak SD juga sekarang bisa akses Instagram dan bertemu ratusan ribu seller online disana.Logikanya, apakah anak SD ini tadi punya pengalaman sebanyak aku yang sudah belanja online selama 5-6 tahun belakangan? Nggak kan?

Khususnya ya di bidang kecantikan, barang palsu itu NGGAK BANGET. Meski hanya kutek ataupun parfum, amat perlu dipertanyakan lho mengapa parfum yang mahal itu bisa ada di harga yang amat murah – bahannya apa? Dan untuk sebagian orang yang sensitif kulitnya kayak aku, produk abal-abal amat membahayakan dan langsung terlihat dampaknya. Hi, ngeri!


Yuk tanpa panjang lebar lagi, kita masuk ke tips-tips berbelanja online yang aman dan ‘jujur’:

Cari Reputasi Seller Bersangkutan
Google adalah sahabat baik kita semua! Google-lah nama seller, nama online shop, user LINE ID…semuanya yang bisa kalian google. Kalau perlu buat kalian yang masih ragu, sudah order namun belum transfer – dan pastinya kalian sudah mendapat nomor rekening dong – google lah nama yang terdaftar di rekening bank yang bersangkutan. Tujuannya? Menghindari penipuan! Penipuan baik uang maupun keaslian barang. Percayalah, ini langkah yang paling efektif dan sering aku lakukan.

pic from knowyourmeme.com


Jangan Mudah Tertipu Reputasi!
Lho! Di point pertama aku minta kalian mencari reputasi, sekarang kok…Eits, tenang dulu. Maksud dari poin ini adalah, jangan mudah percaya dengan reputasi baik dan banyaknya endorse deh ke bloggers/celebgrams/artis. Ya, artis! Jangan dikira artis tidak menerima endorse untuk kosmetik atau skincare abal-abal. Aku sudah menemukan beberapa idola remaja yang menerima dan mengiklankan produk kosmetik palsu melalui Instagram mereka. Entah sesungguhnya mereka tahu atau tidak bahwa produk yang dipasarkannya palsu, namun toh tetap saja di post dan hal ini tentu menyesatkan.

Followers Banyak = Terpercaya?
Online shop yang berjualan dengan menggunakan akun Instagram kini berlomba-lomba untuk memiliki followers yang banyak. Tujuannya? Agar mendapat label terpercaya, pastinya. Secara psikologis kita akan merasa lebih aman untuk berbelanja di online shop yang memiliki banyak follower. Hal ini kadang menyesatkan, karena tidak semua followers yang dimiliki seseorang itu merupakan 'asli' dan perdagangan followers fiktif amat marak. 


Tips paling mudah untuk menghindari penipuan atau masalah dengan seller yang hits dengan segudang followernya ialah: mengecek ‘Photos of You’. Kalian tahu kan fitur tag di Instagram? Pelanggan yang puas rata-rata akan mempublikasikan foto belanjaannya dan mengumpan balik ke seller. Ada baiknya selain kalian cek testimoni di timeline seller, kalian cek juga berapa banyak sih tag foto yang masuk ke akun tersebut – tentunya diluar tag dari endorsement ya – untuk melihat testimoni real dari pelanggan.



Google, Google, Google.
Bijaksanalah dalam memilih barang yang akan kamu beli. Gunakan Google setiap saat untuk mencari segala informasi yang kamu butuhkan mengenai barang yang kamu inginkan! Jangan mudah tertipu kata-kata promosi manis yang menjanjikan ini dan itu. Setiap produk dapat memiliki hasil yang berbeda di tiap orang, jadi jangan menuduh seller bohong juga kalau hasil produk tidak sesuai klaim. Oleh sebab itu, google lah terlebih dahulu untuk mencari review produk.

Perhatikan Terms & Conditions dari Seller – meski membosankan, bacalah.
Kita sudah terlalu sering melewati tumpukan paragraf berisi syarat dan ketentuan say berbelanja, betul? Namun ada baiknya kini kita luangkan waktu sedikit untuk memahami garis besar dari kebijakan seller. Tidak semua seller mengizinkan retur barang dan penggantian barang rusak, lho, dan hal itu biasanya dicantumkan di T&C awal.

you have to get time for that!!!

Hindari Harga yang Terlalu Murah
Banyaknya seller yang menjual barang tidak ready (atau biasa kita sebut PO, pre-order) menggunakan foto katalog sebagai referensi produk yang dijual. Sulit untuk membedakan mana yang menjual produk asli dan palsu apabila semua menggunakan katalog, betul? Untuk itu, indikator yang paling rasional dalam hal ini ialah harga. Bandingkan harga antara seller dan web resmi dari produk atau retailer besar seperti Sephora/Ulta. Jika harga terpaut jauh dan tampak tidak ada promosi atau diskon yang masuk akal, sebaiknya hindari berbelanja disana – meski seller mengklaim produknya ori.

Perhatikan Production dan Expiry Date
Khususnya barang preloved atau secondhand yang sekarang marak diperjualbelikan, jadilah pembeli yang smart dan kritis khususnya dalam hal ini. Kamu patut curiga apabila barang yang harganya amat mahal dijual dengan harga yang amat sangat murah. Sebagai konsumen yang cerdas, tanyalah pada seller dan minta untuk difotokan (jika dirasa perlu) tanggal dan kode tercantum di produk. Tidak semua produk memang mencantumkan tanggal – beberapa menggunakan kode – namun dari kode tersebut, ada kok tips dari Google untuk membaca kode dan mengira-ngira umur kosmetik.





*** 

Nah, bagaimana dengan tips-tips yang aku jabarkan diatas? Kalau aku personal, lebih suka belanja di online shop yang sudah lama berjualan dan reputasinya baik. Aku tidak masalah membayar sedikit lebih mahal asal barang aman dan asli daripada tertipu dengan harga murah dan mendapat barang palsu. Uang memang menjadi masalah namun sakit hati dan trauma serta rasa dongkol lebih menyakitkan, hiks :( Sudah menunggu lama, eh tidak tahunya barang tidak sesuai harapan.

Sekian #TuesdayTips hari ini, aku harap tips ini dapat berguna untuk kalian semua dan pengalamanku tidak terjadi pada kalian ya. Oya, aku baru saja membuka akun Ask.fm lho! Untuk kalian yang ingin bertanya tentang apapun – kehidupan sehari-hari, rutinitas, skincare, makeup, tips, etc – silakan saja langsung tanyakan di Ask.fm ku:


Will be very glad to answer your questions! Nggak usah sungkan atau malu, I’d love to connect with my readers because you girls are the souls to this blog!

Ciao for now, happy Tuesday girls ♥ xo

6 comments:

  1. ayo lin. I'm waiting for 'the story' you wanna tell.. lol

    ReplyDelete
  2. Aku sukaa nih postingannya ;D
    Akupun kadang gt mikir belanja produk luar yg harganya murah apa authentic ato enggak
    www.akucantikkk.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Aku juga sis.. Dalam memilih produk yang mau kubeli, nggak memilih harga yang paling murah karena kalo terlalu murah malah mencurigakan. dewielsawati.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. foto2 trakhir bagusss lin! #salahfokus :3
    btw you got nice tips here! Thanks for sharing <3

    ReplyDelete
  5. Natasya HardiantoJune 29, 2015 at 2:42 PM

    Nice review Carolll... =)


    iya jaman sekarang semakin banyak yang nipu ya, mesti pinter2 milih olshop. kadang yang sudah ada nama, malah jadi galak dan judes, bales jg super pelit kata2..

    kemarin temen aku ikut po rimmel di salah satu olshop ternama (reputasi dan testimoni dari cust nya banyak bgt di ig). dia janjiin barang datang (as usual) 3-4 minggu. sudah lebih dari 3 minggu ngga ada kabarnya, temen aku nanya "apa barang nya sudah datang?" dijawab dengan ketus "belum, kl sudah pasti dikabari". jalan 4 minggu, temen aku cek lagi, dan dapat jawaban sama. sampai akhrnya dapat jawaban bukan menggembirakan tapi mengecewakan "sorry sis barangnya oos dr USA, jadi kita kembalikan saja ya uangnya"...

    kasian temen aku yang sudah nunggu lama2, eehh barangnya ngga jadi datang. well tp positive side nya, masi bagus uang dikembalikan full...

    be wise to choose where u buy your online makeup girls! =)

    http://natasyahardianto.blogspot.com/

    ReplyDelete
  6. ada fotokuuuu xD~
    #oot #plak

    ReplyDelete