Sunday, November 25, 2012

Heart to Heart : Acne is My BFF!



SKINCARE UNTUK ANAK REMAJA.
Yep, seberapa sih kamu tau tentang itu?

***

I am a girl, 16 tahun. Sampai di usia ke 16 ini jujur aku masih belum tahu banyak soal skincare even for myself.

“Ih, nggak tau kok berani nulis post soal skincare?”
Nggak apa lah ya, namanya juga berbagi kan? Juga aku rada prihatin pada diriku dan orang lain yang cenderung menyepelekan pentingnya skincare, tapi selalu mencari sesuatu yang hasilnya nampak dalam waktu sekejap dan hasil bagus.

Masih ingatkah kalian semua soal iritasi yang aku alami dulu? Nih fotonya kalau ada yang belum tahu. Lengkapnya bisa lihat disini ya.


 
Iritasi itu aku dapetin setelah mix obat dokter dan bedak compact biasa yang dijual di pasaran. Bukan kata mau nyalahin perbuatanku yang campur dua produk jadi satu atau produk yang aku pakai, tapi apakah kita sudah tahu bahan-bahan yang terkandung didalam setiap produk yang kita pakai? Gampang aja mah kalau ingredients udah tercantum. Buka google doang kan, tinggal ngetik trus klik gambar kaca pembesar. Tapi kalo nggak ada ingredients? Nah lo?
Mostly produk dari dermatologist atau dokter kecantikan yang nggak ada ingredients listnya. Pengalamanku sama klinik-klinik kecantikan nggak pernah bagus sih, sepanjang ini, namun aku masih willing untuk mencari klinik yang cocok. Untuk sesekali facial dan perawatan kan (◦ᴥ◦) Lagian juga jerawat masih setumpuk. Pasti butuh ‘deep cleansing’ sesekali. Eh, tapi taukah kamu kebenaran mengenai produk kecantikan dari dokter estetika atau kecantikan itu?

Pelajaran ini aku dapat dari hasil cuap-cuap dengan Dr. Andriani, yang pada saat itu hadir di acara Clinique buat para customer yang pengen cuap-cuap atau share masalah kecantikan. Aku agak emosi sih waktu menceritakan masalah kulitku ini ke dia, dan pengalaman iritasi yang lalu. Sabar banget orangnya, mau dengerin aku sampai selesai cerita hihi (/°ɜ°/)


Dan ini pelajaran yang mau aku bagikan ke kalian semua dari apa yang udah aku dapat!
   1.      Krim atau produk apapun dari dokter, dibuat dengan dosis yang cukup tinggi agar si pemakai bisa dengan cepat dan mudah merasakan hasilnya.
Karena kandungan bahan-bahan yang ada tinggi, jadi pastilah cepat kan dirasakan dan dilihat hasilnya. Eh, namun nggak baik loh dipakai terus-menerus! Karena dosisnya tinggi pula, produk apapun dari dokter baiknya nggak dipakai terus-menerus karena akan menimbulkan efek ketergantungan.

  2.      Produk dari dokter hanya baik untuk dipakai selama kulit mengalami permasalahan. Setelah masalah usai, baiknya pakai produk yang dijual bebas di pasaran perlahan.
Dosis tinggi dapat menimbulkan hasil yang bagus dalam waktu singkat, namun bila dipakai terus menerus akan timbul ketergantungan. Mulailah beralih ke produk yang dijual bebas di pasaran (aku tau sih cari yang cocok ga mudah, tapi berusahalah! Dan bertanyalah pada ahlinya, yang aku sarankan sih DOKTER KULIT DAN KELAMIN, bukan dokter estetika ya.) karena produk di pasaran cenderung dosisnya rendah dan tidak menimbulkan dampak apa-apa bila dipakai berkepanjangan.


Berkaitan dengan masalah iritasiku, dan jerawatku yang sembuh sekejap setelah memakai krim dari ‘dokter’ yang lalu, aku juga dibekali banyak hal. Produk berbentuk krim cenderung mengandung banyak minyak disamping bahan kimia yang lain. Jadi ketika diaplikasikan ke kulit, minyak juga ikut terserap dan tertimbun di wajah meski jerawat yang nongol ikut tergerus oleh bahan kimia yang ada. Nah minyak yang terserap tadi, bakal keluar semua dalam bentuk jerawat pastinya ketika kita berhenti memakai produk tersebut. Ibaratnya itu minyak yang nggak baik untuk kulit wajah (nggak semua krim mengandung minyak yang nggak baik, apesnya aku mendapat yang gak baik tadi) jadi saat berhenti, smua yang tertimbun muncul keluar.

“Lho, pada waktu pemakaian krim kok nggak ada jerawat buktinya?”
Seperti yang udah aku bahas tadi, krim itu nggak pure 100% minyak. Juga mengandung bahan kimia lain yang anti jerawat, sehingga jerawat belum bisa nongol. Ibaratnya itu minyak dari krim di press ke kulit dan disegel oleh bahan kimia lain, sehingga kulit kelihatan oke mulus tanpa jerawat.

Dari hasil skin check juga, Dr. Andriani menjelaskan kulitku masih oke. Meski sekarang kulitku lagi breakout nggak karuan, namun itu adalah hasil efek samping dari produk dokter yang lalu. Kulitku memang mudah berjerawat, namun itu WAJAR bagi anak seusia aku.
  
WAJAR.

Mengapa aku menulis post ini ialah, karena aku tergelitik dengan beberapa post yang aku lihat di Komunitas Beauty dan Makeup dimana aku tergabung didalamnya, serta pemahamanku pada kulit wajahku sendiri.


Tiap orang pastinya sudah tahu kulit wajah yang sehat itu yang seperti apa : kinclong mulus bebas jerawat dan sehat, tidak kusam. Kira-kira seperti itulah yang aku dapat dari hasil pengamatan beberapa hari kebelakang. Kesannya yah, si kulit wajah sehat itu ya yang kinclong, gak berjerawat, gak ada bekas, putih juga kalo bisa. Tapi please! Anggapan itu nggak selamanya benar. Coba simak analogi yang satu ini. Kalian pasti tahu kan kenapa mbok dan si mama selalu pilih sayur yang bolong bolong daunnya? Bukan yang mulus? (kecuali yang hidroponik ya, dear.)
Itu karena ulat, parasit, Cuma mau hinggap dan makan daun yang bebas pestisida alias alami dan sehat. Kalo ada racunnya mah, mereka juga tau dan gak mau hinggap. Ngapain bunuh diri?

Analogi diatas juga berlaku pada kulit wajah kita. Sekali lagi mau aku tekankan, jerawat itu wajar. Wajar sekali, khususnya pada kulit remaja. Faktornya banyak kok, dari dalam maupun dari luar tubuh kita. Krim kecantikan yang kita pakai selama ini khususnya yang berdosis tinggi memang membawa dampak nyata bagi kulit kita. Mulus dalam sekejap! Tapi coba kita pikirkan lagi…apakah mulus berarti sehat? Apakah mulus berarti produk itu mengandung bahan yang ramah untuk kulit?
Merkuri juga dampak pemakaian awal bagus kok hasilnya untuk wajah, lantas mengapa dilarang untuk dicampurkan pada produk wajah? Alasannya hanya satu, karena bahan tersebut sebenarnya tidak baik untuk wajah! Hasil bagus bukan jaminan kulit wajah sehat.

Berikut tips bagi remaja yang masih bingung menghadapi jerawat, dan melakukan SEGALANYA untuk bisa bebas daripadanya. Coba dipikirkan ulang, dan direnungkan lagi ya, karena hasil bukan segalanya. The processes indeed.


   1.      Pakai bahan alami.
Gampang banget kok, tinggal google aja DIY masks atau perawatan kulit wajah. Nanti juga aku akan buat beberapa posts dan video yang berkaitan. Bahan alami aku sadari hasilnya tidak dapat dilihat dari 1-2 bulan pemakaian. Tapi dampaknya bagus pada wajah dan tubuh kita, karena tidak mengandung bahan berbahaya dan bahan kimia.

   2.      Pakai produk yang sesuai dengan usia kita. Produk drugstore saja!
Pendapat ini datang dari Joveeta dan Reen. Semakin mahal produk, semakin berat kandungannya, semakin bagus hasilnya. Pakailah produk yang sesuai dengan umur kita, karena produk tersebut belum mengandung bahan macam-macam dan kompleks. Kulit remaja cepat beregenerasi, jadi jangan memperlambatnya dengan memasukkan kandungan kimia berat yang dibawa oleh produk mahal dan kelas atas. Produk kelas atas lebih cocok untuk orang yang berusia 20 keatas. Sekali kulit kita yang masih rawan ini dijejalin produk berat, sekalinya kita tua atau sudah dewasa nanti sudah tidak akan mempan dengan dosis segitu aja. Lantas mau minta dosis berapakah kulit wajah kita?

   3.      Jangan pakai makeup sewaktu-waktu untuk menutupi jerawat.
Jerawat memang nggak sedap dipandang, namun apabila terus si wajah ditemplokin foundation/bedak, kulit akan semakin tersiksa! Sesekali ke acara resmi nggak apa pakai makeup, tapi baiknya tidak terus menerus dan intensitas jarang. Aku pakai makeup karena suka, bukan karena mau menutupi my flaws lo. Note that!


Dengan menulis post ini dapat aku katakan aku telah bertobat! *pecah semangka*
Aku bukan orang yang sabaran, aku akui, aku bersandar pada hasil bukan pada proses. Namun setelah mendiskusikan masalah kulitku serta berbincang dengan Dr. Andriani Sabtu kemarin, lantas aku sadar bahwa kulit remaja ini masih oke secara keseluruhan, meski rupanya tekstur nggak karu-karuan. For all the teenagers out there, believe me acne is pretty. Nggak lengkap rasanya masa remaja kita tanpa jerawat. Percayalah, mereka yang berkulit mulus pengen punya jerawat juga. Sensasi memencetnya, aduh! Indescribable!

Jangan bilang kulitku mulus dan tak bercela. Nih! *disturbing picture alerts*
(di foto sebelumnya aku pakai foundation dll, namun ini foto wajahku tanpa produk apapun even toner!)




Aku nggak punya kulit mulus dan kinclong, Cuma ini yang aku punya dan aku bersyukur atasnya. Karena kulitku sehat, dalam proses menuju sehat 100% setelah detox dari semua krim wajah yang lalu aku pakai. Jerawat tidak masalah, namun pakailah produk yang sesuai untuk usia dan kulit kamu.

I hope this post helps us, girls, to feel better about ourselves. With, or without acne. Pimples. White and black heads. Whatsoever it is. So let me close this supaaaaaaaa long post with a little part of Born This Way lyric. Believe me, the lyric is 100% true. Never feel bad of yourself instead be grateful of it.

“I’m beautiful in my way, cause God makes no mistakes.”

45 comments:

  1. yes, so beautiful on your way,, outside beauty bukan segalanya, sayang ;)

    ReplyDelete
  2. Hai ^^

    Aku suka sama postingannya.
    Bener koq, untuk umur 16-18 an jerawat itu normal. Dulu jerawatku parah bgt. Tapi percaya/gak, seiring bertambahnya waktu, lama2 hormon kita bakal stabil dan kulit wajah nyesuaiin juga :-) jerawat ga banyak2 jg keluar lama2 koq.
    Aku juga merasa dulu aku gampang banget jerawatan, wah lebih parah dr km punya -__- tapi sekarang entah kenapa lebih jarang. Mungkin karena hormon udah stabil kali yah. *brasa tua*
    Kl sering pk makeups, cuci muka jg wajib, aku jarang pk makeup tp rajin cuci muka jg, tapi ga sering2 juga sih -__- ga boleh sering malah.
    Minum air banyak sama makan buah/sayur itu sih sebenernya yg kontribusi ke kulit sehat. Kl perawatan dr luar itu tambahan aja :)

    Makasih postnya, sering2 post gininya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaaa. masalah hormon, makanan, pikiran, jam tidur, debu kotoran, dll...terlalu banyak, jd diusahain dengan cara yang salah makin menyiksa kulit :(
      lebih baik re-construct dari dalam. karena dari luar....percuma kalau dari dalem aja nggak bener. setuju? XD

      Delete
  3. nice post. kalau diliat2 sekarang remaja udah makin nempel ama make up ya, saya sendiri baru kenal make up baru umur 22, hahaha...itu pun sampe sekarang. saya make upan paling sebulan 1 atau 2 x (percaya ga percaya) sehari2 saya pilih bener2 no make up, no BB cream. Dan waktu main2 ke blog yang laen, saya jujur agak kaget juga. wah masih belasan udah pakai make-up dll. Tp mungkin uda beda ya jamannya. hehehe... no offense. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. thank youu ce lina :D
      iya ya, jaman udah beda kali ya? entahlah, motif tiap orang pakai makeup berbeda-beda juga kan ya..call me a weirdo but i wear makeup because i want to! ada dorongan tersendiri to look cute, or too look goth di saat2 tertentu. dan kadang baju pun gak mendukung *honestly i'm not good with fashion thingy* jadi cuma bisa main di makeup :p
      that's why kali ya? we can be the person we want to be without forgetting the real us. semacam promise phan gitu..

      hehehe it's okay! it's the reality anyway :D thankyou for the feedback! <3

      Delete
  4. Iya sayank kamu mesti sabar... Seumuran kmu aku gag pake yg aneh2 dan yg terlalu branded ato mahal. Pake yg memang ditujukan buat remaja aja.

    http://hanaiyzm.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa kak *hug*
      baru sadaaaar, sudahlah ga main produk dokter2 lagi. lebih baik spkk :(

      Delete
  5. wah, nice post~
    aku juga ngerasa kalo aku udah mulai ketergantungan sm krim dokter sekarang >_< minggu lalu aku nyoba buat berhenti make bbrp hari, tp gak tahan soalnya langsung bruntusan, trs sempet iritasi juga persis kayak yang di fotomu itu ;A; tapi sekarang setelah baca post mu ini, tak nyoba nekat ah XD
    btw, sekarang kamu pake skincare merk apa? ^^ mau stop skincare dari dokter tp masih galau nyari penggantinya T__T

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan berhenti langsung ceee >_< berentinya perlahan, sedikit2..kalo langsung diilangin sama skali tar jadinya kaya aku gitu. soalnya kulit ga kebiasa :(

      skarang aku sabunnya pake sabun bayi..johnson itu sama oatmeal selang seling.
      kalo toner tbs aloe >> mau ganti ke tea tree sih rencananya
      moist >> tbs aloe day + night cream (ga brasa cocok tp, rencana ganti belum dpt tapi)
      peeling >> lioele aroma peeling gel
      masker >> cosline tomato fresh pack

      Delete
  6. waaaaaaaaaah uber nice post >,<
    muka aku jaman masih puber juga meriah sama jerawat dan masih berlanjut sampai sekarang T.T
    tapi setuju tuh, aku pake make up karena hobi bukan karena mau nutupin jerawat dkk itu :p malah kalo lagi parah aku justru males pake macem2, cuma pelembab dan obat jerawat aja :D
    Iya lho, selama masih teenager itu mestinya menikmati muka yang ringan tanpa make up aja...biar awet muda juga kan :) make up pas momen2 tertentu aja ^0^

    aku jg baru beneran concern dan 'ketagihan' belanja make up pas umur 20an (i'm 22 y.o hehehe) dan udah bisa cari duit sendiri ^^ pas jaman sekolahan, cuma pake bedak, maskara sama lipbalm itupun kalo pas lagi rajin haha...

    ayo berjuang bersama membasmi para jerawat dan komedo nakal!! haha ^^ pake cara alami is the best <3
    keep posting ^^
    oh ya, kamu cantik kok, jerawatan aja cantik apalagi flawless :)

    www.mimoyoja.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyou raisaaa *hug*

      iya kalo parah males banget..lagi aku kalo makeup itu tergantung mood aja. acara gereja pun kalo ga mood mah kaga dendongan..moody bgt kan gw? hohoho
      pake makeup kalo mood aja..dirumah kalo mau bikin FOTD doang, kalo selese ya dibersihin cuci muka. kluar aja jarang2 hehe kecuali event sih

      ayokkkk!! *emo semangat* yes, cara alami is always the best indeed.
      huehehe, bisa aja deh *elus elus jerawat*
      kiss! :*

      Delete
  7. pagi tadi habis jalan2 ga sabar bener pengen baca postingan ini, sampai rumah langsung dech nyalain komputer >,<
    setuju sama kamu bebiii... obat dokter kalau dipake trs menerus emg bisa bikin tergantungan.. klu blm pernah k dokter dan punya masalah yang berat sama wajah mending ga usah dokter2an dech, akhirnya ga enyaaaaak.
    lebih prefer produk pasaran yang sudah bnyak testi dan brandnya oke terbukti bagus,
    aku sudah tau make up dari SMP liat mama dandan, tp baru berani pake umur 20.. itu pun kalau kondangan sama bikin tutorial... parno jerawatan..hehe

    tp untuk umur kamu yg masih segini mah itu biasa disebut puber juga yah, uda puber di tambah make up..hadewwww.. yg penting rajin2 bersihin wajah aja sayangg..
    ga usah neko2 laa..hehee perjalanan masih panjang ^^

    semangaaaat sayang *kiss

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi mak dewi :')
      kalo nggak pernah bener nggak usah mah ci..malah ngerusak wajah adanya.
      aih bakat lenongan aku dah ada sejak SD kali ya. dr dulu gatel ini tangan liat esedo nyak sama bude..kudunya colek2 main2 gitu. kalo mereka mao pulang buru2 cuci muka >.<

      hehehe..passion mak.. susyahhh menjauhnya :p
      maacih mak! *peluk

      Delete
  8. Kamu pake pita kita..!! Yeeey.. Soulmate *TOSS* >.<

    ReplyDelete
  9. i cant understand anything, but i hope your skin will get better soon!
    im having a problem with it now too :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. sorry that I post it in Bahasa :( i will soon post the english version of it soon as i finish my exams >.<

      Delete
  10. Halo Caroline,
    Salut banget deh sama kamu. Kamu masih remaja masih belia masih muda tapi sudah care sama kecantikan kulit. Great! Biar ga menyesal waktu udah dewasa ntar hahaa...
    Setuju banget soal pemilihan skincare sesuai umur. Lanjutkan ya dear semangat buat pemulihan jerawatnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai felisia :)
      thank youuu! iya, aku berharap anak lain seusia aku bisa sadar juga tentang masalah kulit..bukan melulu pengen tampil cantik aja. karna dampak bahan kimia itu baru bisa dilihat setelah jangka panjang :(
      iyaa, wish me luck! :*

      Delete
  11. hai Caroline!! salam kenal yaah :)
    sebenernya ini bukan visit pertama aku ke blog kamu. but I tought this is my 1st time leaving a comment (/ ̄(エ) ̄)/

    anyway, aku suka banget sama postingan ini. I read every words kayak lagi mendalami baca novel. Thanks a lot ya darl, aku banyak belajar dan dapet info dari blogmu.. ciyusan deh banyak banget yang aku pelajari dari sini.

    anyway dulu kaka kelas ku di SMA ada yang (katanya) suka pake produk emak-emak yang with anti aging. mukanya mulussss dan putih banget!! but hey! wajah tanpa jerawat bagai langit tanpa bintang (*ノ・ω・)

    see you when I see you!!

    mels at pandapavillon.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai juga mels!
      eh kita sama2 silent reader juga yaaa >w< aku juga sering main ke blog kamu tp ga pernah comment. hihihi :p

      panjang banget yaa? jd kaya baca novel beneran..ugh should've shortened it! sama2, glad this supaaa long post could help you a lot. stay healthy (and pretty!) darling. sayangi kulit kitaaaa <3

      yes, produk begitu pasti cepet nampol di kita daripada kulit yg udah mature. karna kulit kt problem masih dikit dan cepet regenerasi..jadi ya lebih nampol. tp kalo tuaan dikit kt kudu pake apa dong? udah kadung kebal >___<

      see youuuuu too! *kiss

      Delete
  12. very interessting post <3

    want to follow each other? i will defiently follow back

    my blog:
    http://thebizarrebirdcage.blogspot.de/

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyou amely, i'm following you now :)

      Delete
  13. Wah, dokter kulit dan kelamin di Kotaku juga memakai dosis tinggi loh. Pengalaman udah pake obat dokter (sabun+ cream malem)selama 6 tahun kalo ga salah dari SD kelas 6.hihii
    Kalo ga pake sehari/semalem, jerawat pada keluar dan kulitku jadi berminyak sekali >.<
    Padahal dokter A ini sangat populer di kotaku. Sampe ngantri 2 jam kalo mau ke dokter A.
    Oia, setiap 2 tahun sekali, obatnya ga mempang dikulit sehingga dosis harus ditambah.

    Nah, karena males ngantri di Dokter A, akhirnya aku pergi ke Dokter B. Dokter B ini juga populer dikotaku^^
    Suatu hari aku kasih tau Dokter B kalo aku ketergantunga sama obat dokter A.
    Dokter B malah kasih tau aku, Semua/rata-rata obat dokter memang membuat ketergantungan dan sengaja mencampur dengan bahan yang membuat ketergantunga.
    Saatku tanya bahan ketergantunga itu seperti apa, Dokter B malah jawab "RAHASIA"

    Loh, kalo gitu lebih baek aku pake bahan herbal donk. Seperti masker lidah buaya/ yogurt.
    Dokter B malah jawab kalo bahan herbal malah membuat kulit tambah rusak. Salah-salah nanti iritasi. Dokter B bilang masih bagus obat dokter dan juga skin care dipasaran.

    Sejak pernyataan DOkter B aku tersadar kalo Obat dokter memang membuat ketergantungan, saat itu perlahan aku berhenti memakai Obat dokter.

    Oia, selama netralisasi aku menggunakan sabun JF Sulfur doank. Jerawat rada berkurang loh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya lupa nulis
      Bukannya resep nenek kita malah bagus ya. Lihat deh kulit orang jawa dulu. Mulus-mulus....

      Delete
    2. iyaaaa bebe bener banget! aku juga dateng ke dokter yang popular lah, seluruh anggota keluargaku pergi kesana juga. tp aku nggak tahan, masa tiap 2 minggu kudu di facial, jerawat dipencetin jd aku 1 bulan doang trus berhenti. berhenti dr dokter ini nggak ada efek samping sih, tp setelah ke dokter kedua yg GAK JELAS itu baru masalah.

      JF sulfur? I'll give it a try some other time. thanks udah sharing ya, aku sih percaya aja sama obat tradisional, namun memang ada beberapa bahan yang ngga cocok di beberapa orang, kaya aku sepertinya kurang cocok sama aloe >.<

      Delete
  14. wah lin, baca post km bener2 membuka mata... :D
    bener tuh, masa remaja ga lengkap klo ga ada jerawat..
    yg pnting kita tetep rajin merawat wajah kita kali ya dgn produk yg bener ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes ce rini..emang kurang lengkap kalo nggak ada jerawat >.<
      jerawat ga apa asal kulit sehat! \(^O^)/

      Delete
  15. Good posting, girl! Btw, aku punya temen yg jerawatan juga n slalu kliatan iritasi kaya foto mu pertama itu. Dan dia selalu pake obat dokter. Mgkn krn itu jg kali ya. Di sekitar bibir sampe mengelupas jg lo kulitnya. Sayang banget. Uda perna bilang utk stop coba yg lain, tapi ga mau. Kalo km yg sdh pengalaman ky gitu, gmn ya? Soalnya aku emang ga suka produk dr jd kl ksi saran jg y bingung soalnya ga ada mslh kulit ky gitu >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyouuuu *hug*
      waduh, aku kurang tau.. mungkin karna kulitnya nggak kuat sama kandungan kimia yang ada di dalam obat itu? biasanya sih ada yang kalo mengelupas gitu, lama2 dia makin bagus kulitnya, ada yang makin parah. makin bagus pun bukan berarti obatnya bagus ya, kalo lepas obat sih biasanya balik tersiksa lagi si kulit :(

      wah tergantung orangnya juga dear. kalo dia sendiri ngga mau lepas juga sulit, karna dia percaya obat itu bs nyembuhin mukanya.. coba saranin dia pake produk konter yang cocok sm dia, tp diselang seling. perlahan2 lepas krim dari dokternya..
      hope this helps, and wish your friend well very soon! :)

      Delete
  16. baru sempet baca ini posting.. **telat** namaku disebut :*
    this post is really a great one.. <3 GWS iritasi2nya beb.. biar bs tak cubit kalo ketemu..hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya dongggg, your words got me moved too ci *kiss*
      iyaaaa, get well soon to me! *doa*
      hope we can meet soon, like, next year? kudu gathering pokonya cosmeholic LOOL~

      Delete
  17. nice post lin ;)
    setuju, emg usiamu pas masa subur2nya jerawat sih >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyouu ce shelvi,
      iya subur banget *panen* lol~ XD

      Delete
  18. Semangat yaa ^^
    Jerawat mah pasti dialami semua orang. Hanya orang yang keterlaluan klo ga pernah jerawatan!! *even a man* -.-

    Ayo berjuang untuk mendapatkan kulit mulus :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyouuuu sari :)
      hihihi banyaaak temenku yg mulus mukanya, cowo lagi..sebel kan kaya org ngga puber aja dia! hehe..

      iya, wish me luckkk :p

      Delete
  19. such a cuteeeee post!!
    emang anak belasan tahun udah mulai berkesperimen sama makeup dan skincare deh.. apalagi banyak skincare gak jelas di pasaran, dengan pengetahuan yang sedikit main langsung beli aja mentang2 testimoni bagus padahal gak tau kandungannya apa aja.

    postingannya keren banget!!
    aku ijin share ya di FB, biar banyak teenagers tau bahaya skincare instan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankyouuu ce monic!! T___T
      hehe bener banget.. takutnya mereka nanti kejebak krim2 nggak jelas (you know what i mean) karna aku pernah liat, krim2 itu juga mengklaim bisa menyembuhkan jerawat. cruel eh?

      thankyouu lagi *peyuk*
      silakannn silakan, hope this post can be reached by many people yet can help them :'(

      Delete
  20. Haii :)
    Thank you for sharing this post yaa! Aku baru tau kalau ternyata produk kelas atas memang mungkin belum cocok buat kulit remaja ToT Padahal udah hampir setahunan ini aku beralih ke skincare yang lumayan mahal....
    Jadi pengen balik ke produk drugstore lagi, tapi susah, karena aku suka banget sama hasilnyaaa >o< *meluk skincares*

    Dan ternyata produk dokter ataupun racikan gitu juga nggak menjamin ya, thank you lagiiiii :)

    ReplyDelete
  21. hi!
    I'm 17 and acne ALWAYS be our bestie.
    Aku msh rajin pake obat dokter kecantikan merk "N" sampe sekarang, dan aku pikir, hell, ga ada yg bener2 berubah dari muka aku. Masih kusam dan jerawat masih rajin tuh nongolnya pas deket2 period.

    Taon lalu, mukaku jadi keliatan putiiiihhh banget *tapi pucet* pas rajin pake krim dokter pagi malem.
    Tapi entah kenapa, sekarang mukaku jadi balik ke awal. Kusem. Dan biasanya setelah facial mingguan, kulit jadi ngelupas dikit-dikit. Sebagai remaja yg seumuran, menurut km itu normal gak sih?

    Aku lagi rencana beralih pake drugstore's skincare yg ringan2 gitu, tapi setelah baca postingan kamu, somehow aku jadi mikir dua kali lagi buat bener2 memantabkan hati pake skincare yg di pasaran.

    Any suggestions?

    Salam kenal ya!
    C ^^v

    ReplyDelete
  22. hallo salam kenal^^
    makasih atas informasinya aku juga ngalamain masalah yang sama tapi aku takut buat nyoba ke dokter karena berefek samping

    ReplyDelete
  23. salam kenal :D
    well, efek samping yang dimaksud yg bagaimana? purging? kalo purging sih oke, lebih baik juga ke dermatologist daripada klinik (aesthetic) karena obat2 yang dikasih SpKk alias dermatologist, pasti menggunakan resep dan disesuaikan sama kulit kamu, tidak seperti klinik kecantikan yang main pukul rata satu krim untuk jenis jerawat yang bermacam-macam. HTH!

    ReplyDelete
  24. ah, I feel you. percaya deh, kulit itu cepet banget kebal terhadap suatu produk. gawat kan kalo kulit kita udah kebal sama komposisi anti aging di usia dini? >.<

    ReplyDelete
  25. WAJAR. sekarang mukaku kusam banget nih, kalo di foto itu masih keliatan putih ya, maklum baru sekitar 1-2bulan lepas dari krim klinik ngga jelas. sekarang kusam mengerikan, really! but i'm glad tho, these problems won't drive me so hideous and feeling insecure anymore. mending kulit sehat daripada kulit yang "terpaksa dan dipaksa" kelihatan sehat, ain't it right?


    saran sih bisa coba neutrogena, itu oke banget tp sayang ga ada di Indo sini ya. kalo yang di indo sini, bisa coba acnes ato etude AC Clinic. dulu ZA ada blemish range itu oke banget, but unfortunately now they're discontinued :( rangkaian jerawat sari ayu juga oke banget. HTH, salam kenal juga!

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...